Bentrok Antar Mahasiswa, Semakin Memperburuk Citra Mahasiswa

February 27, 2008

Dalam berita di semua saluran televisi semua serempak menayangkan aksi perkelahian antara Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik di Universitas Sam Ratulangi-Sulawesi Utara. Bentrokan bermula aksi unjuk rasa para mahasiswa menuntut penggantian Pejabat Rektor Universitas yang dianggap tidak mampu memperjuangkan hasil Rapat Senat untuk penyaringan Rektor periode mendatang. Namun selesai melakukan aksi Unjuk rasa para kelompok Demonstran melewati Fakultas teknik dan beberapa oknum diantaranya melempari Fakultas tersebut dengan batu, merasa mereka tidak terima dihujani batu maka mereka (Mahasiswa Fakultas Teknik) membalasnya, dan ajang saling lempar batu pun tak terhindarkan.

Ditempat lain masih didaerah Sulawesi Tawuran antarmahasiswa di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar- Sulawesi Selatan terjadi pada hari Selasa (26/2) siang waktu setempat. Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) saling lempar batu dengan gabungan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FISIP).

Tawuran diduga akibat seorang Mahasiswa Fakultas Teknik dipukuli Mahasiswa Fakultas lainnya. Rekan-rekan korban terpancing sehingga tawuran massal selama kurang lebih dua jam terjadi. Tawuran berakhir setelah polisi bersama pejabat rektorat datang menghentikan aksi.

Jelas sudah makin banyak aski tawuran antar Mahasiswa akhir-akhir ini dan semakin memperburuk status Kaum Intelektual sebagai kaum terpelajar, dimana seharusnya mereka (Kaum Mahasiswa) akan menjadi Generasi Penerus Bangsa, dan bagaimana dapat menaruh kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap kaum pelajar yang mempunyai jiwa kritis. Pada kejadian ini masih baguskah citra Mahasiswa Indonesia dimata masyarakat luas??

Lalu bagaimana sikap Pemerintah serta MENDIKBUD menghadapi persoalan ini?

Mau dibawa kemanakah masa depan Bangsa ini, apabila semua Mahasiswa dengan mudah dapat terprovokasi oleh segelintir oknum?

Masih ingatkah mereka sebagai kaum Intelektual menjadi panutan Rakyat pada masa jaman Arief Rachman Hakim angkatan 1966 dan masa Reformasi 1998?

 


Persaingan Tarif Antar Operator Selular di Indonesia

February 27, 2008

Dimasa serba susah ini persaingan tarif antar operator selular dinegeri ini menjadi suatu terobosan indah untuk para Konsumen, terlebih disaat semua kebutuhan pokok melambung tinggi. Namun, para operator saling berebut pangsa pasar dengan berbagai macam media promosi yang dibuat dari hanya sekedar berbentuk ukuran famplet, brosur hingga reklame ukuran Billboard terpampang depan mata memandang untuk menarik hati konsumen terhadap Program Promosi yang dibuat para Marketing Provider GSM dan CDMA, bahkan para Provider saling berlomba menempati peringkat teratas.. Hmm…. seperti ajang kompetisi bila dilihat secara sekilas, tapi memang benar… lalu bagaimana dengan sistem pelayanan operator tersebut?? apakah sudah maksimal dalam memanjakan para konsumen setianya? lalu seberapa puas para pelanggan menggunakan kartu operator tersebut?? Para Provider GSM atau CDMA bisa melakukan polling terhadap konsumen untuk mengetahui maksimal atau tidaknya promo yang dibuat oleh mereka, supaya tidak menjadi hal hal yang bersifat mubazir. Setidaknya dengan seperti ini akan mengurangi kekecewaan para konsumen dan Provider pun tidak mempunyai Image buruk (contoh: ahhh… Operator ini Operator itu cuma ngambil keuntungan sepihak!! tanpa mementingkan pengguna kartu!!! liat aja masa sering nge-Hang!!!).

Nah.. yang patut dipertanyakan apakah Departemen Bidang Telekomunikasi tidak mempunyai standarisasi terhadap penerapan tarif Operator Selular di Indonesia? sehingga dengan mudahnya para Provider Melakukan manuver terhadap tarif untuk menjatuhkan lawan bisnisnya?? dan apakah persaingan ini tergolong persaingan yang sehat? suatu hal yang wajar apabila kita lihat dalam suatu kacamata bisnis.

Kita ambil contoh, Operator XL Bebas menetapkan tarif bicara promosinya Rp. 0,1,-/detik untuk semua Operator Selular di Indonesia, sedangkan Lawannya adalah Indosat-M3 yang mempunyai tarif bicara Rp. 0.01,-/detik dan Simpati dengan tarif bicara Rp. 0.5,-/ detik dan Produk Mentari dengan Promo Freetalk 100 menit atau freetalk pada jam 00.00 WIB – 05.00 WIB, Belum Tarif promo pengiriman SMS (Short Message Sistem) Operator – operator yang ada. Nyata bukan gencarnya persaingan penetapan tarif Operator selular untuk memikat pangsa pasar?

Dan dengan begini menurut saya pribadi persaingan ini cenderung terkesan asal-asalan dan mungkin terkesan bahwa Operator selular di Indonesia mempunyai hak dan wewenang penuh terhadap Pertempuran tarif (memang Iya ya..?? mana saya tau… tentang hal itu..!)

Tapi apapun yang ditawarkan para Operator Selular (Provider GSM/CDMA) hanya ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk semua konsumennya dan supaya para Konsumennya selalu menggunakan Produknya dengan baik dan semaksimal mungkin.

Mari kita dukung kemajuan Operator Selular Indonesia, semoga untuk tahap selanjutnya semakin maju dan lebih baik dimasa depan.


Pelajar apa Pelacur

February 22, 2008

Akhir- akhir ini semakin marak penyalahgunaan terhadap alat elektronik terutama pada alat komunikasi (ponsel), yang kini sudah multifungsi (serba bisa). Remaja sekarang sudah banyak yang cuek/lupa akan Norma Agama dan Norma-norma lain yang menunjang kehidupan..

Salah satu contohnya banyak remaja yang membuat Video dengan format 3gp dengan beradegan Mesum. Padahal sejak SD hingga di Universitas mereka mendapatkan pelajaran Agama, apakah peranan sosok orang tua masih kurang dalam hal ini?? masih kurangkah pendidikan Agama yang mereka dapatkan?? hingga melakukan perbuatan yang diluar batas??

Sekiranya para orangtua semakin memperhatikan kegiatan anak Remajanya diluar atau pun didalam lingkungan mereka bergaul sehingga tidak terjerumus kedalam perbuatan yang akan menimbulkan malapetaka didalam rumah mereka.

Kasihan Nasib mereka dimasa depan…?? tapi apa mereka pernah berpikir bahwa melakukan hubungan Sex Pra-Nikah dapat merugikan kaum wanita..??  So, Pacaran sih bolehlaaahh.. tapi usahakan jangan memakai Syahwat dong… pergunakan akal sehat (kita kan Manusia).


Cukai palsu yang disita

February 21, 2008
Cukai palsu yang disita.

Aparat Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jakarta menggagalkan pendistribusian sebanyak 27 ribu lebih pita cukai palsu untuk minuman beralkohol. Pita cukai ini terdiri dari 96 lembar untuk minuman beralkohol 5 hingga 15 persen dan 17.400 lembar untuk minuman beralkohol 15 hingga 20 persen.

Penggagalan pendistribusian pita cukai ini berawal dari informasi adanya transaksi pita cukai palsu di sebuah gudang di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, 16 Februari lalu. Dalam mobil boks yang mengangkut pita cukai palsu petugas juga menemukan 778 botol minuman keras impor ilegal.

Total potensi kerugian negara akibat penyelundupan minuman keras dan pita cukai palsu senilai lebih dari Rp 570 juta. Setelah penemuan ini, Kantor Wilayh Bea dan Cukai Jakarta menargetkan membongkar jaringan pembuat pita cukai palsu yang diduga memiliki mesin cetak pita cukai.(DOR)