Bentrok Sesama MAHASISWA

May 29, 2008

Kemarin telah terjadi bentorkan antara dua kubu mahasiswa di Jl. Diponegoro Jak-Pus, pemicu bentrokan itu sendiri masih belum diketahui tapi besar kemungkinan adalah masalah sepele yaitu faktor saling ejek mengejek antara kedua Universitas tersebut.

Padahal, mahasiswa adalah panutan untuk masyarakat umum disamping itu mereka juga sebagai kaum intelektual yang sangat terpelajar apalagi sejumlah mahasiswa tampak membawa senjata tajam dan batang besi. Dalam bentrokan itu, bahkan terlihat bom molotov dilemparkan mahasiswa. Akibat tawuran itu, sejumlah mahasiswa terluka dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian terpaksa ditutup.

kalau sudah seperti ini masihkah mau kita sebut mereka KAUM INTELEKTUAL??? mau dibawa kemana Citra dan Nama Baik Universitas??? Mau dibawa kemana ALMAMATER tercinta yang kita Junjung tinggi semasa Kuliah?? Padahal masyarakat luas masih menaruh harapan penuh kepada mahasiswa, karena ditangan para mahasiswa itulah masa depan BANGSA dan NEGARA ini.

Wahai Sobat Mahasiswa bersatulah….

Jangan kau bertempur sesamamu….

Satukan Visi Misi kembali…

Teruskan semangat Reformasi….

Untuk membentuk Indonesia yang lebih Maju….

Nasib Kami (RAKYAT) ditanganmu kelak….

(dari kami yang merindukan semangatmu…)


Aksi Blokade Mahasiswa UNAS

May 27, 2008

Sekitar 300 mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) memblokade Jalan Jenderal Sudirman, tepat di ruas jalan depan markas Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Mahasiswa berorasi meminta polisi membebaskan rekan mereka yang ditahan setelah berunjuk rasa. Mahasiswa juga meminta polisi bertanggung jawab atas sejumlah kekerasan yang menimpa mahasiswa.

Para mahasiswa, mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Universitas Nasional, datang sekitar pukul 4.00 sore. Mereka beraksi dengan duduk-duduk di tengah jalan, tepatnya di jalur lambat Jalan Sudirman.

Sebagian besar mahasiswa memakai jas almamater hijau Universitas Nasional. Mereka duduk dikelilingi spanduk hitam. Sebuah bendera merah putih dipasang setengah tiang pada sebilah bambu.

Aksi blokade ini membuat macet lalu lintas Jalan Sudirman dari arah Semanggi menuju Bundaran Senayan. Kendaraan yang hendak melintas di jalur lambat di depan Markas Polda dialihkan ke jalur cepat, termasuk kendaraan roda dua. Selepas halte busway Polda, jalur lambat bisa dilewati kembali.

Sekitar pukul 16.30 WIB, mahasiswa berdiri dan berkumpul di depan pintu gerbang Polda Metro Jaya. Mereka melanjutkan berorasi.


Bentrok Pasca Kenaikan BBM, Pemerintah Tidak Punya Solusi lain…

May 24, 2008

Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak, unjuk rasa seolah menjadi warna sehari-hari di berbagai penjuru Tanah Air. Tiada hari tanpa unjuk rasa. Semua untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Berbagai cara pun dilakukan untuk mendapatkan perhatian. Unjuk rasa menuntut pemerintah membatalkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/5) diwarnai bentrokan. Keributan terjadi ketika polisi berusaha membubarkan paksa pengunjuk rasa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat ini.

Polisi juga mencurigai sejumlah pengunjuk rasa yang membawa bom molotov. Karena dianggap membahayakan keamanan beberapa pengunjuk rasa ditangkap. Bentrokan kembali terjadi ketika pengunjuk rasa yang jumlahnya ribuan ini berusaha mendekati Istana Merdeka, namun dihadang polisi.

Sekitar 500 personel keamanan menjaga ketat unjuk rasa ini. Kendaraan water canon juga disiagakan di depan istana tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkantor. Sementara itu, untuk mengisolasi gerak pengunjuk rasa agar tidak meluas Jalan Merdeka Selatan dan Merdeka Barat ditutup sementara.

Demonstrasi menolak rencana kenaikan harga BBM juga terjadi hampir di seluruh daerah di Tanah Air. Bahkan, unjuk rasa di beberapa tempat juga diwarnai bentrokan. Di Yogyakarta, pengunjuk rasa yang berdemonstrasi di depan Gedung Agung bentrok dengan polisi yang sebenarnya mencoba mengamankan keributan antara sesama pengunjuk rasa. Tidak terima dengan tindakan itu, pengunjuk rasa melemparai polisi yang dibalas dengan penangkapan.

Di Makassar (Sulawesi Selatan) ratusan pengunjuk rasa melakukan aksinya di berbagai tempat. Setelah itu mereka berdemonstrasi depan rumah Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau. Mereka menyerukan penolakan rencana kenaikan harga BBM karena hanya membuat masyarakat semakin menderita. Karena itu mereka bertekad akan terus melakukan unjuk rasa sampai rencana kenaikan harga BBM dibatalkan.

Ribuan mahasiswa dari berbagai elemen berunjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan kantor DPRD Sumatra Barat. Unjuk rasa diwarnai dengan pembakaran keranda jenazah sebagai simbol matinya nurani pemerintah. Mahasiswa mengancam akan melakukan reformasi tahap kedua jika pemerintah nekad menaikkan harga BBM.

Di tempat terpisah, ribuan mahasiswa di Jember, Medan, dan Palembang, berusaha merusak pagar gedung DPRD dan kantor Pemda setempat. Mereka marah karena merasa aspirasinya tidak tertampung. Di Jember, Jawa Timur, mahasiswa bertindak anarkis karena Bupati Jember MZA Jalal tidak bersedia menemui pendemo. Sebagai pelampiasan, mereka merobohkan pagar kantor Pemerintah Kabupaten Jember.

Demonstrasi menentang kenaikan BBM yang berlangsung di Malang, Jatim, diwarnai penangkapan dua pengunjuk rasa. Keduanya ditangkap setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi. Aksi puluhan mahasiswa yang bergabung dengan para buruh ini sejak awal memang memancing kemarahan polisi untuk bertindak tegas.

Di Medan, Sumatra Utara, ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut terlibat aksi dorong dengan polisi. Dalam aksinya para mahasiswa membawa peti mati yang melambangkan matinya nurani dan mendesak agar pejabat memotong gajinya untuk menghemat pengeluaran negara. Sedangkan para mahasiswa di Palembang, Sumatra Selatan, hanya bisa berteriak-teriak di ruang rapat DPRD setempat karena merasa tuntutan mereka tidak bisa ditampung anggota Dewan.


BBM Tinggi, Rakyat Makan Hati

May 12, 2008

Harga minyak dunia terus melambung Jika harga bahan bakar minyak (BBM) tak dinaikkan, anggaran pemerintah bakal jebol, Pembangunan di banyak bidang macet. Lalu, terbit pengumuman bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) akan dinaikkan, Padahal Pemilu 2009 tak lama lagi.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2008, maka harga premium kemungkinan naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000/Liter. Sementara solar naik dari Rp 4.300 menjadi sekitar Rp 5.000/Liter, sedangkan harga minyak tanah subsidi diperkirakan tidak naik.

Presiden Yudhoyono sebetulnya telah berupaya maksimal untuk tidak menaikkan harga BBM, seperti tercermin dalam pidatonya awal Maret 2008. Namun, harga minyak mentah dunia yang terus meroket membuat opsi terakhir, yaitu menaikkan harga BBM, harus diambil pemerintah. Asumsi harga minyak dunia dalam APBN 2008 adalah US$ 95 per barel. Padahal, harga minyak di pasar dunia saat ini US$ 117 per barel. Itu berarti subsidi harus ditambah lebih dari Rp 19 triliun.

Walau demikian, kenaikan harga BBM tetap akan berimbas pada kehidupan masyarakat karena akan mendongkrak berbagai kebutuhan hidup. DPR pun tetap menyetujui rencana ini meski hal itu dianggap tidak tepat. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, untuk meringankan beban masyarakat menghadapi kenaikan harga BBM, pemerintah menyiapkan skema bantuan langsung tunai yang disempurnakan atau disebut BLT Plus. Namun, kalangan ekonomi lemah justru merasa bantuan semacam itu tidak memadai.

sementara untuk sektor Industri atau Usaha Kecil dan Menengah ini akan sangat berimbas langsung dengan jumlah produksi dan daya beli didalam masyarakat. Sebab, selama ini BBM industri tidak disubsidi dan sudah biasa disesuaikan setiap dua minggu oleh Pertamina, mengikuti kenaikan minyak mentah dunia.

Bagaimana Nasib Perputaran roda ekonomi dan Nasib Bangsa Indonesia nantinya.. ? ? ? semua tergantung generasi Penerus.. apakah kita akan tetap sebagai negara Penghasil tanpa bisa mengolah… ? ? ? atau kita sebagai Bangsa Penghasil namun juga sanggup mengolah…? ? ?


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.