Pada abad milenium sekarang ini, Bandung tidak lagi hanya menyandang predikat sebagai kota kembang atau ”Parijs van Java” melainkan kota jasa atau wisata belanja. Warga Kota Bandung memang terbilang sangat dinamis. Dengan rentang waktu perjalanannya yang sudah sekian abad, Bandung kini terus mengalami berbagai perubahan yang sangat signifikan. Belakangan bahkan muncul sebutan baru buat Bandung, yakni sebagai Kota Factory Outlet (FO), Kota Kafe, dan Kota Macet hehehehe…..
Kenapa dijuluki Kota Factory Outlet? Karena hampir di semua ruang dalam kota dapat mudah dijumpai toko-toko yang menjual pakaian sisa ekspor berkualitas dunia dengan ragam model yang sangat eksklusif. Yang semua itu dihasilkan dari keterampilan tangan orang Bandung. Kehadiran Factory Outlet ini membuat nama Bandung kian melejit di mata wisatawan baik dalam dan luar negeri.
Bisnis garmen ini terkesan tidak pernah ada surutnya, kendati pihak Pemerintah Kota Bandung seringkali memperingatkan para pemodal untuk tidak ”semau gue” membuka usaha di tempat-tempat yang tidak sesuai peruntukannya. Artinya, para pengusaha dengan bebas membuka Factory Outlet di mana saja asalkan dianggap potensial olehnya tanpa memikirkan dasar kelayakan tata ruang kota. Setiap ada Factory Outlet, ada kemacetan arus lalu-lintas kendaraan. Read the rest of this entry »

Posted by stigmanusia 
