Maskapai ADAM AIR dan Nasib Karyawannya

Bisnis Maskapai Penerbangan ADAM AIR dimulai Desember 2003 lewat tangan keluarga Suherman melalui PT. Adam Skyconnection Airlines. 

Dalam perjalanannya, Pesawat ADAM AIR seringkali  mendapat berbagai masalah mulai dari keterlambatan penerbangan, tergelincir ketika mendarat, dan batal terbang. dan peringatan keras pun diberikan. Tragedi di awal 2007, pesawat mereka juga jatuh di perairan Majene disana terdapat Ratusan penumpang hilang dan dinyatakan tewas. Berbagai kecelakaan membuat Dephub memberi Berbagai kecelakaan membuat Dephub memberi peringkat tiga pada perusahaan ini. Artinya, syarat keselamatan terbangnya minimal. Jika tak ada perbaikan, operasi Adam Air bisa dibatalkan. Meski peringkatnya kemudian naik, kecelakaan masih saja menimpa maskapai ADAM AIR. Di tengah persoalan yang melilit, PT. Bhakti Investama membeli 50 persen saham ADAM AIR melalui dua anak perusahaannya PT. Global Transport Service dan PT. Bright Star Perkasa pada April 2007. Hampir setahun bekerja sama, PT. Bhakti Investama dikabarkan hengkang.

ADAM AIR sekarang ini dalam masa kritis, bagaimana tidak dalam setiap Headlines News membahas mengenai Penghentian kegiatan Operasional Maskapai Penerbangan tersebut yang terkait dalam penarikkan saham PT. Bhakti Investama, penghentian ini dilakukan hingga ada investor yang mau menalangi 50 persen saham yang ditarik oleh PT. Bhakti Investama. Padahal Maskapai ADAM AIR ini merupakan Maskapai Penerbangan di Indonesia yang terkenal dengan Harga Tarif termurah, Konflik Intern ADAM AIR juga berimbas pada calon Penumpang, mereka menjadi korban karena tidak mengetahui sebagian besar Penerbangan ADAM AIR terpaksa dikurangi. Akibatnya, banyak penumpang tak bisa menggunakan Maskapai ADAM AIR meski sudah membeli tiket. Hal tersebut karena berkurangnya jumlah Maskapai Penerbangan yang tadinya berjumlah 22 Pesawat menjadi 10 pesawat saja. Penumpang yang terlanjur memiliki tiket diimbau untuk mengembalikannya ke counter ADAM AIR. Pihak ADAM AIR berjanji mengembalikan seluruh uang calon penumpang, Sementara bagi mereka yang ingin meneruskan perjalanan akan dialihkan dengan maskapai lain.

Pemerintah juga telah mengeluarkan Statement akan memberhentikan Izin Operasional Maskapai Penerbangan ADAM AIR mulai Tanggal 20 Maret 2008 nanti. Sementara disisi lain nasib sekitar 3000 Karyawan Maskapai ADAM AIR masih belum jelas, apakah akan di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) seperti permasalahan PT. Dirgantara Indonesia beberapa waktu lalu. Namun Pihak Manajemen ADAM AIR menyerahkan keputusan nasib karyawannya pada pemegang saham. Sementara pemegang saham terbesar ADAM AIR yakni PT. Bhakti Investama menolak untuk bertanggung jawab. Namun hingga Senin (17/03/2008), pihak manajemen ADAM AIR belum memutuskan akan mem-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) para karyawannya, menurut Adam Suherman, Selaku DIRUT Maskapai Penerbangan ADAM AIR menjelaskan, pihaknya baru memutuskan nasib para karyawan setelah dibicarakan dengan pemegang saham. Adam Suherman juga meminta para pemegang saham bertanggung jawab terhadap hak-hak para karyawan bila di-PHK.

Sedangkan PT. Bhakti Investama akan menelaah terlebih dahulu letak perkara yang menyebabkan kacaunya keuangan ADAM AIR, bila pihak manajemen ADAM AIR terbukti melakukan penyimpangan keuangan dan manajemen, maka PT. Bhakti Investama tak akan bertanggung jawab akan hak para karyawan.

 

Hmmm.. Bagaimana nasib Ribuan karyawan yang bekerja pada perusahaan ini??

Adakah cara lain selain mem-PHK mereka??

Seharusnya Pihak Investor juga harus bertanggung jawab terhadap nasib mereka, jangan hanya ingin mengambil keuntungannya saja dan tidak mau menerima kerugiannya! setidaknya ini merupakan Konsekuensi yang harus diterima bila menekuni dunia Bisnis.

Memang suatu keharusan para Investor harus menyelidiki dulu masalah yang menimpa dalam kubu ADAM AIR, tapi harus dan wajib untuk tidak lepas tanggung jawab 100 persen bukan??

Bagaimana bila itu terjadi pada Perusahaan anda???

One Response to Maskapai ADAM AIR dan Nasib Karyawannya

  1. Yana says:

    Aku pribadi sih menilai, Bhakti Investama mau lepas tangan. Bhakti sebenarnya udh tau kalo Adam Air sebentar lagi mau kolaps melihat manajemennya yg ga memperhatikan keselamatan penerbangan. Kalau Bhakti lepas dari Adam Air sebelum bangkrut, modal dan laba Bhakti bisa selamat krn ga lagi menanggung kewajiban.

    Alasan Bhakti mundur karena manajemen Adam Air tidak transparan rada aneh. Soalnya gimana mungkin Bhakti ga tau catatan keuangan dsb kalau direktur keuangannya aja berasal dari Bhakti Investama.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: