Memanjakan Konsumen Dengan Berbagai Promosi Tarif Operator

Persaingan tarif antar operator selular dinegeri ini menjadi suatu terobosan indah untuk para Konsumen, terlebih disaat semua kebutuhan pokok melambung tinggi. Namun, para operator saling berebut pangsa pasar dengan berbagai macam media promosi yang dibuat dari hanya sekedar berbentuk ukuran famplet, brosur hingga reklame ukuran Billboard terpampang depan mata memandang untuk menarik hati konsumen terhadap Program Promosi yang dibuat para Marketing Provider GSM dan CDMA, bahkan para Provider saling berlomba menempati peringkat teratas.. Hmm…. seperti ajang kompetisi bila dilihat secara sekilas, tapi memang benar… lalu bagaimana dengan sistem pelayanan operator tersebut?? apakah sudah maksimal dalam memanjakan para konsumen setianya? lalu seberapa puas para pelanggan menggunakan kartu operator tersebut?? Para Provider GSM atau CDMA bisa melakukan polling terhadap konsumen untuk mengetahui maksimal atau tidaknya promo yang dibuat oleh mereka, supaya tidak menjadi hal hal yang bersifat mubazir. Setidaknya dengan seperti ini akan mengurangi kekecewaan para konsumen dan Provider pun tidak mempunyai Image buruk (contoh: ahhh… Operator ini Operator itu cuma ngambil keuntungan sepihak!! tanpa mementingkan pengguna kartu!!! liat aja masa sering nge-Hang!!!).Nah.. yang patut dipertanyakan apakah Departemen Bidang Telekomunikasi tidak mempunyai standarisasi terhadap penerapan tarif Operator Selular di Indonesia? sehingga dengan mudahnya para Provider Melakukan manuver terhadap tarif untuk menjatuhkan lawan bisnisnya?? dan apakah persaingan ini tergolong persaingan yang sehat? suatu hal yang wajar apabila kita lihat dalam suatu kacamata bisnis.

Kita ambil contoh dari Operator GSM, karena GSM memang gencar melakukan Manuver dalam hal Promosi, kita mulai dari Operator XL yang menetapkan tarif bicara promosinya Rp. 0,1,-/detik kini berubah menjadi Rp. 600,- Sampe Puasss untuk semua Operator Selular di Seluruh Indonesia sedangkan lawan tetapnya adalah Indosat-M3 yang mempunyai tarif bicara Rp. 0.01,-/detik berubah menjadi Rp. 0,0000000…….1,-/detik dimulai setelah 90 detik pertama, lalu Operator Simpati dengan tarif bicara Rp. 0.5,-/ detik disusul dengan Mentari Freetalk 100 menit (Local Area) atau Freetalk Rp. 5000,- dan dengan Promosi konsep lama tapi selalu banyak penggemar yakni Freetalk pada jam 00.00 WIB – 05.00 WIB pada pengisian nominal Voucher Rp.25.000,- dan berlaku Freetalk dua Hari.

Belum Tarif promo pengiriman SMS (Short Message Sistem) Operator – operator yang ada. Nyata bukan gencarnya persaingan penetapan tarif Operator selular untuk memikat pangsa pasar? sekarang tergantung Konsumen menilai, Produk mana yang akan anda gunakan dan sesuai dengan kocek anda…! Selamat Menikmati Fasilitas Operator Selular..

One Response to Memanjakan Konsumen Dengan Berbagai Promosi Tarif Operator

  1. Yana says:

    Sebenarnya tarif murah itu bagian marketing gimmick operator.
    Kalau dalam hitung2an rasional, tarif murah bahkan sampai nolnya banyak dibelakang koma itu mustahil. Dan memang mustahil karena toh operator berlindung di balik “syarat dan ketentuan berlaku” yang ditulis keciiiil. Tarif sebenarnya tentu ga akan segitu.

    BRTI juga kurang aktif mengatur lalu lintas tarif, belum lagi regulasi soal tower yg ga boleh kebanyakan dan harus disharing lintas operator. Kalau ga cepet2 dibenahi ya keburu lebih bnyk lg merugikan konsumen.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: