Bentrok Pasca Kenaikan BBM, Pemerintah Tidak Punya Solusi lain…

Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak, unjuk rasa seolah menjadi warna sehari-hari di berbagai penjuru Tanah Air. Tiada hari tanpa unjuk rasa. Semua untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Berbagai cara pun dilakukan untuk mendapatkan perhatian. Unjuk rasa menuntut pemerintah membatalkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/5) diwarnai bentrokan. Keributan terjadi ketika polisi berusaha membubarkan paksa pengunjuk rasa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat ini.

Polisi juga mencurigai sejumlah pengunjuk rasa yang membawa bom molotov. Karena dianggap membahayakan keamanan beberapa pengunjuk rasa ditangkap. Bentrokan kembali terjadi ketika pengunjuk rasa yang jumlahnya ribuan ini berusaha mendekati Istana Merdeka, namun dihadang polisi.

Sekitar 500 personel keamanan menjaga ketat unjuk rasa ini. Kendaraan water canon juga disiagakan di depan istana tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkantor. Sementara itu, untuk mengisolasi gerak pengunjuk rasa agar tidak meluas Jalan Merdeka Selatan dan Merdeka Barat ditutup sementara.

Demonstrasi menolak rencana kenaikan harga BBM juga terjadi hampir di seluruh daerah di Tanah Air. Bahkan, unjuk rasa di beberapa tempat juga diwarnai bentrokan. Di Yogyakarta, pengunjuk rasa yang berdemonstrasi di depan Gedung Agung bentrok dengan polisi yang sebenarnya mencoba mengamankan keributan antara sesama pengunjuk rasa. Tidak terima dengan tindakan itu, pengunjuk rasa melemparai polisi yang dibalas dengan penangkapan.

Di Makassar (Sulawesi Selatan) ratusan pengunjuk rasa melakukan aksinya di berbagai tempat. Setelah itu mereka berdemonstrasi depan rumah Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau. Mereka menyerukan penolakan rencana kenaikan harga BBM karena hanya membuat masyarakat semakin menderita. Karena itu mereka bertekad akan terus melakukan unjuk rasa sampai rencana kenaikan harga BBM dibatalkan.

Ribuan mahasiswa dari berbagai elemen berunjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan kantor DPRD Sumatra Barat. Unjuk rasa diwarnai dengan pembakaran keranda jenazah sebagai simbol matinya nurani pemerintah. Mahasiswa mengancam akan melakukan reformasi tahap kedua jika pemerintah nekad menaikkan harga BBM.

Di tempat terpisah, ribuan mahasiswa di Jember, Medan, dan Palembang, berusaha merusak pagar gedung DPRD dan kantor Pemda setempat. Mereka marah karena merasa aspirasinya tidak tertampung. Di Jember, Jawa Timur, mahasiswa bertindak anarkis karena Bupati Jember MZA Jalal tidak bersedia menemui pendemo. Sebagai pelampiasan, mereka merobohkan pagar kantor Pemerintah Kabupaten Jember.

Demonstrasi menentang kenaikan BBM yang berlangsung di Malang, Jatim, diwarnai penangkapan dua pengunjuk rasa. Keduanya ditangkap setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi. Aksi puluhan mahasiswa yang bergabung dengan para buruh ini sejak awal memang memancing kemarahan polisi untuk bertindak tegas.

Di Medan, Sumatra Utara, ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut terlibat aksi dorong dengan polisi. Dalam aksinya para mahasiswa membawa peti mati yang melambangkan matinya nurani dan mendesak agar pejabat memotong gajinya untuk menghemat pengeluaran negara. Sedangkan para mahasiswa di Palembang, Sumatra Selatan, hanya bisa berteriak-teriak di ruang rapat DPRD setempat karena merasa tuntutan mereka tidak bisa ditampung anggota Dewan.

One Response to Bentrok Pasca Kenaikan BBM, Pemerintah Tidak Punya Solusi lain…

  1. Yana says:

    Pemerintah dan aparat negara emang brengsek.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: